Blog Materi Pelajaran Kimia MAN
(Sangkal Putung) Klaten
Hidrokarbon
tes
HK
1. Bagaimanakah rumus umum alkena dan
alkuna?
2. Jika jumlah atom C = 4, berapa jumlah atom H yang
dibutuhkan pada alkena, dan alkuna?
3. Apakah nama alkena alkuna yang paling sederhana?
4. Apakah nama alkena, alkuna yang memiliki enam atom karbon?
5. Tuliskan rumus struktur 1-pentena
dan 1-butuna!
6. Tuliskan rumus struktur 4,4-dimetil-2-pentena!
7. Tuliskan rumus struktur
3-metil-1-heksuna!




- Posted: Fri 14 May, 2010 GMT
- In: Hidrokarbon
- Permalink : tes HK
- Comments: 8
- Viewed 5482 times.
Senyawa
Hidrokarbon
Senyawa
hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Dari namanya,
senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom
hidrogen dan atom karbon. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui senyawa
hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain.
Sampai
saat ini telah dikenal lebih dari 2 juta senyawa hidrokarbon. Untuk mempermudah
mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak, para ahli mengolongkan
hidrokarbon berdasarkan susunan atom-atom karbon dalam molekulnya.
Berdasarkan
susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan
besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik. Senyawa hidrokarbon alifatik
adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan
bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi
menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.
-
Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi
ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana.
Contoh
senyawa hidrokarbon alifatik jenuh:
-
Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat
ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan
alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna. Contoh senyawa hidrokarbon
alifatik tak jenuh:
-
Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar
dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Golongan ini terbagi
lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik.
· senyawa
alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup.

· Senyawa
aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai
benzena.

- Posted: Sun 28 Feb, 2010 GMT
- In: Hidrokarbon
- Permalink : Senyawa Hidrokarbon
- Comments: 19
- Viewed 2207 times.
Sifat-Sifat
Hidrokarbon
Meliputi
: a) Sifat-Sifat Fisis
b) Sifat Kimia Berkaitan dengan reaksi kimia.
1) Reaksi-reaksi pada Alkana
b) Sifat Kimia Berkaitan dengan reaksi kimia.
1) Reaksi-reaksi pada Alkana
Alkana
tergolong zat yang sukar bereaksi sehingga disebut parafin yang artinya afinitas kecil
. Reaksi terpenting dari alkana adalah reaksi
pembakaran, substitusi dan perengkahan ( cracking ).
Penjelasan
:
a. Pembakaran
a. Pembakaran
o Pembakaran sempurna alkana menghasilkan gas CO 2
dan uap air, sedangkan pembakaran tidak sempurna menghasilkan gas CO dan uap
air, atau jelaga (partikel karbon).
b.
Substitusi atau pergantian
· Atom H dari alkana dapat digantikan
oleh atom lain, khususnya golongan halogen .
· Penggantian
atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi .
· Salah
satu reaksi substitusi terpenting dari alkana adalah halogenasi yaitu penggantian atom H alkana dengan atom halogen,
khususnya klorin ( klorinasi ).
· Klorinasi
dapat terjadi jika alkana direaksikan dengan klorin.
c.
Perengkahan atau cracking
§ Perengkahan
adalah pemutusan rantai karbon menjadi potongan-potongan yang lebih pendek.
§ Perengkahan
dapat terjadi bila alkana dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi
tanpa
oksigen .
§ Reaksi ini juga dapat dipakai untuk membuat
alkena dari alkana . Selain itu juga dapat digunakan untuk membuat gas
hidrogen dari alkana .
2)
Reaksi-reaksi pada Alkena
o Alkena lebih
reaktif daripada alkana. Hal ini disebabkan karena adanya ikatan rangkap C=C.
o Reaksi alkena
terutama terjadi pada ikatan rangkap tersebut. Reaksi penting dari alkena
meliputi : reaksi pembakaran, adisi dan polimerisasi .
Penjelasan :
a. Pembakaran
§ Seperti
halnya alkana, alkena suku rendah mudah terbakar. Jika dibakar di udara
terbuka, alkena menghasilkan jelaga lebih banyak daripada alkana. Hal ini
terjadi karena alkena mempunyai kadar C lebih tinggi daripada alkana, sehingga
pembakarannya menuntut / memerlukan lebih banyak oksigen.
§ Pembakaran sempurna alkena menghasilkan
gas CO 2 dan uap air.
b.
Adisi (penambahan = penjenuhan)
o Reaksi
terpenting dari alkena adalah reaksi adisi yaitu reaksi penjenuhan
ikatan rangkap .
c.
Polimerisasi
· Adalah
reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul yang besar.
· Molekul sederhana yang
mengalami polimerisasi
disebut monomer , sedangkan hasilnya disebut polimer .
· Polimerisasi
alkena terjadi berdasarkan reaksi adisi
.
· Prosesnya dapat dijelaskan sebagai
berikut :
ü Mula-mula ikatan rangkap terbuka
sehingga terbentuk gugus dengan 2 elektron tidak berpasangan.
ü Elektron-elektron tidak berpasangan
tersebut kemudian membentuk ikatan antar gugus sehingga membentuk rantai.
3)
Reaksi-reaksi pada Alkuna
o Reaksi-reaksi pada alkuna mirip dengan alkena; untuk
menjenuhkan ikatan rangkapnya, alkuna memerlukan pereaksi 2 kali lebih banyak
dibandingkan dengan alkena.
o Reaksi-reaksi terpenting dalam alkena dan alkuna adalah
reaksi adisi dengan H 2, adisi dengan halogen (X 2 ) dan
adisi dengan asam halida (HX).
o Pada reaksi adisi gas HX (X = Cl, Br atau I) terhadap alkena
dan alkuna berlaku aturan Markovnikov yaitu :
“ Jika atom C yang berikatan rangkap
mengikat jumlah atom H yang berbeda, maka atom X akan terikat pada atom C yang
sedikit mengikat atom H ”
“ Jika atom C yang berikatan rangkap
mengikat jumlah atom H sama banyak, maka atom X akan terikat pada atom C yang
mempunyai rantai C paling panjang “
- Posted: Sun 28 Feb, 2010 GMT
- In: Hidrokarbon
- Permalink : Sifat-Sifat Hidrokarbon
- Comments: 6
- Viewed 2355 times.
Keisomeran
Isomer
adalah senyawa-senyawa yang mempunyai
rumus molekul yang sama tetapi mempunyai struktur atau konfigurasi yang
berbeda .
Struktur berkaitan dengan cara atom-atom saling
berikatan, sedangkan konfigurasi berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam
molekul.
Keisomeran
dibedakan menjadi 2 yaitu :
o Keisomeran struktur : keisomeran karena perbedaan struktur.
o Keisomeran ruang : keisomeran karena perbedaan konfigurasi (rumus molekul dan
strukturnya sama).
Keisomeran
Struktur
Dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
Dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
· keisomeran kerangka :
jika rumus molekulnya sama tetapi rantai induknya (kerangka atom) berbeda.
· keisomeran posisi :
jika rumus molekul dan rantai induknya (kerangka atom) sama tetapi posisi
cabang / gugus penggantinya berbeda.
· keisomeran gugus fungsi
Keisomeran
Ruang
Dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
Dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
o keisomeran geometri : keisomeran karena perbedaan arah (orientasi) gugus-gugus
tertentu dalam molekul dengan struktur yang sama.
o keisomeran optik .
A.
Keisomeran pada Alkana
o Tergolong keisomeran struktur yaitu perbedaan
kerangka atom karbonnya.
Makin panjang rantai karbonnya,
makin banyak pula kemungkinan isomernya.
o Pertambahan jumlah isomer ini tidak ada aturannya. Perlu
diketahui juga bahwa tidak berarti semua kemungkinan isomer itu ada pada
kenyataannya.
o Misalnya :
dapat dibuat 18 kemungkinan isomer dari C 8 H 18, tetapi
tidak berarti ada 18 senyawa dengan rumus molekul C 8 H 18
.
o Cara sistematis
untuk mencari jumlah kemungkinan isomer pada alkana :
B.
Keisomeran pada Alkena
Dapat berupa keisomeran struktur dan ruang.
a) Keisomeran Struktur.
Dapat berupa keisomeran struktur dan ruang.
a) Keisomeran Struktur.
§ Keisomeran
struktur pada alkena dapat terjadi karena perbedaan posisi ikatan rangkap atau
karena perbedaan kerangka atom C.
§ Keisomeran
mulai ditemukan pada butena yang mempunyai 3 isomer struktur. Contoh yang lain
yaitu alkena dengan 5 atom C.
b)
Keisomeran Geometris.
Ø Keisomeran
ruang pada alkena tergolong keisomeran geometris yaitu : karena perbedaan
penempatan gugus-gugus di sekitar ikatan rangkap.
Contohnya
:
o Keisomeran pada 2-butena. Dikenal 2 jenis 2-butena yaitu cis -2-butena dan trans
-2-butena. Keduanya mempunyai struktur yang sama tetapi berbeda konfigurasi
(orientasi gugus-gugus dalam ruang).
o Pada cis
-2-butena, kedua gugus metil terletak pada sisi yang sama dari ikatan rangkap;
sebaliknya pada trans -2-butena, kedua gugus metil berseberangan.
Ø Tidak
semua senyawa yang mempunyai ikatan rangkap pada atom karbonnya (C=C) mempunyai
keisomeran geometris. Senyawa itu akan mempunyai keisomeran geometris jika
kedua atom C yang berikatan rangkap mengikat gugus-gugus yang berbeda.
C.
Keisomeran pada Alkuna
v Keisomeran pada alkuna tergolong keisomeran
kerangka dan posisi .
v Pada alkuna tidak terdapat
keisomeran geometris.
v Keisomeran mulai terdapat pada butuna
yang mempunyai 2 isomer.
- Posted: Sun 28 Feb, 2010 GMT
- In: Hidrokarbon
- Permalink : Keisomeran
- Comments: 3
- Viewed 1330 times.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar